Di halaman ini
- Bagaimana stabilitas diuji menurut peraturan?
- Mengapa stabilitas menjadi soal pada pinisi wisata?
- Apa temuan studi atas satu kapal?
- Bagaimana perhitungan dijaga sampai ke kapal yang jadi?
- Apa yang ditanyakan sebelum menandatangani?
- Pertanyaan apa yang sering muncul soal stabilitas?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk
Cara menghitung stabilitas kapal pinisi perlu diminta dari perancangnya, karena halaman ini tidak memuat rumus. PM 54/2021 memberi kerangkanya: perhitungan dan gambar rancang bangun wajib disahkan, lalu stabilitas diuji dengan uji kemiringan atau uji sarat. Minta perancang menunjukkan perhitungan itu, dan minta hasil uji dari kapal yang benar-benar dibangun.
Bagaimana stabilitas diuji menurut peraturan?
Ada dua kejadian yang berbeda: perhitungan di atas kertas dan uji pada kapal. Keduanya berada dalam PM 54/2021, tetapi di pasal dan pada tahap proyek yang berlainan.
| Tahap | Yang tertulis | Yang perlu Anda pegang |
|---|---|---|
| Perancangan | Pasal 4 ayat (2): lima tahapan, termasuk perhitungan dan pengujian rancang bangun, sebelum berujung pada gambar | Nama perancang dan salinan perhitungan |
| Pengesahan | Pasal 7 ayat (1): kapal dalam cakupan harus punya perhitungan dan gambar yang disahkan, beserta data kelengkapan | Bukti pengesahan dan edisi gambarnya |
| Uji pada kapal | Pasal 41: uji kemiringan (inclining test) atau uji sarat/draft survey (lightweight survey) | Metode yang dipakai, tanggal, keadaan kapal saat diuji, dan hasilnya |
| Pengawasan | Pasal 36 ayat (1): uji stabilitas termasuk objek pengawasan | Siapa yang hadir sebagai pengawas |
Kami belum menemukan sumber terbuka yang merinci metode mana yang lebih cocok bagi pinisi, tata cara pelaksanaannya di kapal kayu, atau ambang lulusnya. Tanyakan keduanya kepada perancang dan Syahbandar, lalu minta jawabannya dalam bentuk yang bisa Anda simpan.
Waktu uji layak diperhatikan oleh pemilik kapal pesiar. Pasal 36 menyebut uji stabilitas setelah peluncuran dalam daftarnya, sementara menurut buku 2024 interior kapal 300 ton ke atas umumnya dikerjakan setelah kapal turun ke laut. Dua keterangan itu menimbulkan pertanyaan praktis: bila uji dilakukan sebelum kamar selesai, bagaimana berat kamar yang menyusul masuk ke perhitungan? Kami tidak punya jawaban baku. Tanyakan kepada perancang, dan tulis jawabannya sebelum jadwal uji disepakati.
Mengapa stabilitas menjadi soal pada pinisi wisata?
Ada celah antara cara membangun yang diwariskan dan kebutuhan kapal yang membawa tamu. Menurut Jurnal Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, pinisi lazim dibangun secara konvensional, tanpa perhitungan pasti sebagaimana kapal modern. Kalimat itu tidak membuktikan setiap pinisi kurang aman. Ia menjelaskan mengapa pemilik perlu menanyakan apakah perhitungan benar-benar ada, siapa yang membuatnya, dan apakah kapal yang berdiri masih cocok dengan perhitungan itu.
Fungsi wisata menambah hal yang perlu dihitung. Kompas Klasika 2017 mencatat pinisi terdiri atas 2 sampai 3 lantai. Bila kapal Anda bertingkat, tanyakan bagaimana berat kamar, geladak atas, tangki, dan tamu masuk ke perhitungan, serta keadaan muatan apa saja yang dicek.
Perubahan selama pembangunan memperbesar persoalannya. Bagi perancang Kasten Marine, permintaan pemilik yang mengubah kapal tanpa pertimbangan bisa berujung pada kapal bermutu rendah atau malah berbahaya. Peraturan sendiri menuntut hal serupa: perubahan rancang bangun perlu diberitahukan kepada Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi. Menambah kamar di atap setelah gambar disahkan bukan keputusan yang cukup disepakati berdua dengan kepala tukang.
Sumber juga tidak seragam tentang peran gambar. Pengrajin Tana Beru, menurut situs Dinas Pariwisata Selayar, sanggup membangun perahu tanpa gambar atau pustaka tertulis, sedangkan seorang pengusaha kapal pesiar dalam buku 2024 menyebut setiap kapalnya sudah dilengkapi gambar. Keduanya bisa benar pada proyek yang berbeda. Maka jangan mengandaikan salah satunya berlaku bagi kapal Anda sebelum melihat gambarnya sendiri.
Ukuran kapal juga berbeda jauh. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat perahu layar motor sepanjang 50 m, lebar 9 m, dan kapasitas sekitar 500 ton yang diselesaikan di Bulukumba pada 2011, sedangkan Kompas Klasika 2017 menulis panjang pinisi berkisar 15 sampai 40 meter. Dua catatan itu tidak kami satukan. Keduanya menunjukkan bahwa satu kata pinisi bisa menutupi kapal yang sangat berbeda, sehingga hasil uji satu kapal tidak bisa dipinjam untuk kapal lain.
Apa temuan studi atas satu kapal?
Studi Universitas Diponegoro 2025 meneliti satu kapal wisata di Labuan Bajo. Hasilnya berupa modifikasi tata letak dengan safety plan berdasarkan SOLAS bab II-2, dan analisis stabilitasnya memenuhi syarat IMO. Ini satu-satunya kajian stabilitas pinisi wisata yang kami punya, sehingga cara membacanya perlu hati-hati.
| Yang bisa diambil | Yang tidak bisa diambil |
|---|---|
| Analisis stabilitas bisa dilakukan pada pinisi wisata | Pinisi wisata pada umumnya memenuhi syarat itu |
| Tata letak dan safety plan dibahas bersama dalam satu kajian | Tata letak kapal itu cocok untuk kapal Anda |
| Ada syarat internasional yang bisa dijadikan bahan bertanya | Syarat itu pasti diwajibkan bagi kapal Anda |
Pelajaran bagi pemilik proyek cukup konkret. Tanyakan kepada perancang, kriteria apa yang dipakai untuk kapal Anda dan apa dasarnya. Jawaban bahwa kapal sudah biasa dibuat seperti itu belum menjawab pertanyaan tersebut.
Bagaimana perhitungan dijaga sampai ke kapal yang jadi?
Perhitungan hanya bermakna bila bentuk yang dibangun mengikuti bentuk yang dihitung. Di sinilah cara kerja lapangan perlu dibicarakan. Kasten Marine mencatat kebiasaan Indonesia memasang papan lebih dulu dan gading kemudian, lalu memakai mould frame dan lofting untuk mencapai bentuk lambung yang sudah ditentukan sambil tetap mempertahankan urutan itu. Itu cara satu perancang, bukan kewajiban. Tetap saja, pertanyaannya berlaku bagi setiap proyek: alat apa yang memastikan lambung mengikuti gambar?
Uraian tentang cara ini ada di desain kapal. Kecocokan gambar dengan kondisi fisik juga termasuk objek pengawasan pada Pasal 36, jadi hal ini bisa ditagih pada pengawas proyek.
Perhitungan itu punya tempat resmi. Pasal 4 ayat (2) PM 54/2021 menyebut perancangan melalui analisa rancang bangun, penelitian, perhitungan, pengujian rancang bangun, dan pembuatan gambar. Pasal 7 mewajibkan pengesahan perhitungan dan gambar itu bagi kapal dalam cakupan. Bagi pemilik, dua pasal itu memberi kalimat yang bisa ditanyakan: perhitungan mana yang sudah disahkan, oleh siapa, dan pada revisi gambar yang mana.
Akibat mengabaikannya juga tertulis. Pasal 48 mengancam pelanggaran pasal tertentu dengan peringatan tertulis, penghentian sementara pembangunan, dan/atau pencabutan pengesahan gambar. Karena pasal itu merujuk pasal tertentu, tanyakan kepada Syahbandar mana yang berlaku untuk kapal Anda. Pembangunan yang terhenti karena gambar bermasalah akan menggeser jadwal dan termin sekaligus.
Apa yang ditanyakan sebelum menandatangani?
Ajukan daftar ini kepada pihak mana pun yang akan membangun kapal Anda, termasuk bila penawarannya datang dari perusahaan kami setelah permintaan lewat desk:
- Siapa yang membuat perhitungan stabilitas, dan bisakah saya melihatnya?
- Apakah perhitungan dan gambar sudah disahkan, atau kapan diajukan?
- Keadaan muatan apa saja yang dihitung, termasuk tamu dan tangki?
- Kriteria apa yang dipakai, dan apa dasarnya untuk kapal ini?
- Metode uji mana yang dipakai, dan dalam keadaan kapal seperti apa?
- Bagaimana bentuk lambung dijaga agar sesuai gambar?
- Bila ada perubahan kamar, geladak, atau tangki, siapa menghitung ulang dan siapa memberi tahu Syahbandar?
- Apa yang terjadi pada jadwal dan pembayaran bila hasil uji tidak memenuhi?
Sebaiknya hasil uji stabilitas sudah ada sebelum uji coba laut, dan ini saran kami, sebab urutan daftar Pasal 36 bukan jadwal. Butir yang belum terjawab jangan dianggap selesai hanya karena kontrak sudah siap ditandatangani.
Pertanyaan apa yang sering muncul soal stabilitas?
Apakah ada rumus stabilitas khusus kapal pinisi?
Belum ada yang bisa kami pastikan. Perhitungannya perlu diminta dari perancang kapal Anda, bersama kriteria yang dipakai.
Apakah uji stabilitas termasuk yang diawasi menurut peraturan?
Ya, bagi kapal dalam cakupan PM 54/2021. Pasal 36 ayat (1) menyebut uji stabilitas di antara objek pengawasan, dan Pasal 41 menyebut dua metodenya.
Mana yang lebih aman, lambung pinisi tradisional atau modern?
Kami belum bisa menjawabnya, karena belum menemukan sumber yang membandingkan keduanya dari sisi stabilitas. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat pinisi modern bermotor diesel memakai lambung lambo, tetapi itu bukan penilaian keamanan.
Apakah hasil studi Universitas Diponegoro berlaku untuk kapal saya?
Tidak. Studi itu meneliti satu kapal wisata di Labuan Bajo, sehingga hasilnya tidak bisa dipindahkan ke kapal lain. Kapal Anda perlu perhitungan dan ujinya sendiri.
Apakah perubahan kamar setelah gambar disahkan perlu dilaporkan?
Ya, bila perubahan itu mengubah rancang bangun. Pasal 28 ayat (7) meminta pemberitahuan kepada Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi, dan Pasal 34 mengatur penyesuaian bila kapal tidak sesuai gambar yang disahkan.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2021 (naskah di BPK)
- Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (terbit 2024), hasil wawancara di Bulukumba
- Jurnal Teknik Perkapalan Undip (2025): studi satu kapal wisata di Labuan Bajo
- Kompas Klasika: Antara bitti, pinisi, dan wisata bahari (2017)
- Kasten Marine Design: catatan perancang tentang mutu phinisi
- Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar: Menyinggahi pembuat perahu phinisi di Bulukumba (2014)
- Wikipedia bahasa Indonesia: Pinisi
Bagaimana cara menghubungi desk?
Sedang menilai perhitungan stabilitas, atau mengenal kajian lain atas pinisi yang bisa dibuka? Hubungi WhatsApp 6281139414563 atau bd@juaraholding.com. Kami menjawab sebagai desk, dan perhitungan tetap menjadi bagian perancang.
Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com