Pembuatan  Kapal Pinisi
Menu

Desain kapal pinisi: kriteria yang harus diputuskan pemilik sebelum gambar dibuat

Di halaman ini
  1. Keputusan apa yang harus diambil sebelum menggambar?
  2. Lambung mana yang dipakai pinisi bermesin?
  3. Apa nama layar dan tiang pinisi, dan perlukah keduanya dipakai berlayar?
  4. Bagaimana menentukan dimensi dan kapasitas?
  5. Siapa yang boleh merancang kapal?
  6. Bagaimana bentuk lambung dikunci dalam cara kerja pengrajin?
  7. Apa risiko mengubah desain di tengah jalan?
  8. Pertanyaan apa yang sering muncul soal desain?
  9. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  10. Bagaimana cara menghubungi desk?

Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk

Desain kapal pinisi dimulai dari enam kriteria yang diputuskan pemilik, bukan dari gambar: jenis dan fungsi, muatan, kapasitas daya angkut, kecepatan, daerah operasi, dan daya mesin. PM 54/2021 menempatkan keenamnya sebelum perancangan. Setelah itu lambung dipilih, bentuknya dikunci dengan cara kerja yang disepakati, lalu gambar diajukan untuk disahkan.

Keputusan apa yang harus diambil sebelum menggambar?

Pasal 5 ayat (1) PM 54/2021 menyebut perancangan dilakukan setelah pemilik menentukan enam kriteria. Pasal itu menaruh keputusan di tangan Anda, dan kriteria ini menjadi baris pertama dalam urutan pembuatan kapal pinisi. Perancang dapat membantu menguji kriteria, tetapi yang tahu untuk apa kapal dipakai hanya Anda. Kolom kedua dan ketiga di bawah adalah panduan editorial kami, disusun agar kriteria itu bisa dijawab di atas satu lembar kertas.

Keputusan apa yang harus diambil sebelum menggambar?
Kriteria menurut Pasal 5Pertanyaan untuk diri sendiriYang ikut berubah
Jenis dan fungsiKapal ini mengangkut tamu, barang, atau hanya pemiliknya?Tata ruang, aturan uji, dokumen
MuatanApa yang dibawa saat kapal paling berat: orang, air tawar, bahan bakar, peralatan?Bentuk lambung, tangki, stabilitas
Kapasitas daya angkutBerapa orang dan berapa ton yang benar-benar perlu?Ukuran utama, tonase
KecepatanJarak antartitik berapa, dan dalam berapa jam harus ditempuh?Daya mesin, bahan bakar
Daerah operasiPerairan mana yang akan dilayari, pada musim apa?Konstruksi, perlengkapan, sarat
Daya mesinBerapa daya yang dibutuhkan kecepatan dan muatan di atas?Ruang mesin, sistem, biaya

Tujuan pemakaian mengubah bobot tiap baris. Pada kapal wisata atau liveaboard, tamu menginap di atas kapal, sehingga jumlah kamar dan air tawar sering menjadi pendorong ukuran. Pada kapal kargo, ruang muat dan tonase lebih dulu ditanyakan. Pada kapal pribadi, pemilik punya kelonggaran lebih besar di tata ruang, tetapi kriteria tetap harus ditulis. Ini pembacaan kami, bukan klasifikasi dalam peraturan.

Setelah kriteria tertulis, Pasal 4 ayat (2) menyebut lima tahap perancangan: analisa rancang bangun, penelitian, perhitungan, pengujian rancang bangun, dan pembuatan gambar rancang bangun. Gambar berada di tahap terakhir. Bila seseorang langsung menyodorkan gambar tanpa pernah menanyakan muatan dan daerah operasi, tanyakan empat tahap sebelumnya dikerjakan berdasarkan apa.

Lambung mana yang dipakai pinisi bermesin?

Bentuk lambung dan susunan layar adalah dua keputusan terpisah. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat tiga jenis lambung kapal bersistem layar pinisi, yaitu palari, jonggolang, dan lambo, dan menyebut pinisi modern bermotor diesel memakai lambung lambo. Ensiklopedia yang sama menggambarkan tujuh hingga delapan layar pada dua tiang. Kapal yang terutama digerakkan mesin tetap bisa membawa susunan itu, tetapi Anda perlu memutuskan apakah layar akan benar-benar dipakai berlayar atau terutama menjadi ciri tampilan, karena jawabannya memengaruhi tiang, tali-temali, dan beban yang harus dihitung.

Kami belum menemukan sumber terbuka yang membandingkan kinerja ketiga lambung itu dengan angka. Mintalah perancang menjelaskan alasan pilihannya berdasarkan kriteria Anda, dan perlakukan penjelasan yang hanya berbunyi "biasanya begini" sebagai jawaban yang belum selesai.

Daya mesin bukan rincian belakangan. Perancang Kasten Marine mencontohkan mesin sekitar 850 hp untuk desainnya, sedangkan menurutnya kapal kargo lokal sepadan jarang lebih dari 250 sampai 350 hp. Itu contoh satu perancang, bukan standar. Pelajarannya ada pada selisihnya: kapal yang tampak serupa dari luar bisa menuntut ruang mesin dan sistem yang jauh berbeda. Pembahasan lanjutnya ada di mesin dan sistem kapal.

Apa nama layar dan tiang pinisi, dan perlukah keduanya dipakai berlayar?

Sumber memberi susunan yang sama jumlahnya tetapi berbeda namanya. Penelitian Universitas Negeri Makassar menyebut dua tiang dan tujuh layar: tiga segitiga di depan bernama cocoro pantara, cocoro tangnga, dan tarengke; dua layar besar bernama sombala bakka dan sombala riboko; dua layar segitiga di puncak tiang bernama tampasere, yang dalam buku 2024 dieja tanpasere. Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 memakai nama yang sama untuk bagian lain: tiga cocoro pantara di batang, dua cocoro tangga di tengah, dua terengke di buritan. Karena itu, tulis posisi dan ukuran tiap layar di spesifikasi, jangan hanya namanya.

Untuk tiang, jurnal UIN Alauddin mencatat dua tiang agung bertumpu pada bangkeng salara, tingginya harus seimbang dengan ukuran perahu, dan tiang depan lebih panjang dari tiang belakang. Mongabay 2024 menilai tiang layar kini hanya aksesoris pada kapal pesiar bermesin. Penilaian itu milik penulisnya, tetapi pertanyaan bagi Anda nyata: bila layar dipakai berlayar, tiang, tali-temali, dan bebannya perlu dihitung sebagai sistem penggerak. Bila hanya ciri tampilan, beban dan biaya perawatannya tetap perlu tertulis di kriteria Anda.

Bagaimana menentukan dimensi dan kapasitas?

Tidak ada ukuran ideal yang berlaku umum, dan halaman ini tidak memuat rumus. Sebagai gambaran rentang yang pernah ditulis, Kompas Klasika 2017 menyebut panjang kapal pinisi berkisar 15 sampai 40 meter dengan 2 sampai 3 lantai. Sumber lain, Wikipedia, mencatat sebuah perahu layar motor yang diselesaikan di Bulukumba pada 2011 dengan panjang 50 m, lebar 9 m, dan kapasitas sekitar 500 ton. Dua keterangan itu kami biarkan terpisah. Keduanya bukan batas teknis.

Cara kerja yang lebih aman adalah bergerak dari dalam ke luar: susun daftar isi kapal saat penuh, turunkan kebutuhan ruang, baru minta perancang mengusulkan ukuran utama. Lalu periksa apakah ukuran itu melewati ambang administrasi. Ambang berikut sebaiknya diperiksa sebelum ukuran dikunci:

Bagaimana menentukan dimensi dan kapasitas?
AmbangAkibat tertulisSumber
GT 7Surat ukur diterbitkan untuk kapal sekurang-kurangnya GT 7PM 8/2013 Pasal 8
Panjang 24 mDi bawahnya diukur metode dalam negeri, 24 m atau lebih metode internasionalPM 8/2013 Pasal 3
Kurang dari GT 7Surat tanda kebangsaan berupa Pas KecilPM 39/2017 Pasal 57
GT 7 sampai kurang dari GT 175Pas BesarPM 39/2017 Pasal 57
GT 175 atau lebihSurat LautPM 39/2017 Pasal 57

Cek statusnya di JDIH sebelum mengandalkannya. Untuk kapal kayu, peraturan itu menyebut pengukuran volume dilakukan sampai permukaan kulit luar kapal, sehingga tonase perlu dihitung dari ukuran yang benar-benar akan dibangun. Urutan dokumennya dibahas di perizinan kapal baru, dan ambang panjang untuk uji berlayar ada di uji coba laut.

Siapa yang boleh merancang kapal?

Kami belum bisa menyebut syarat kualifikasi perancang dari sumber yang kami buka. Yang tertulis jelas adalah hasilnya: perhitungan dan gambar rancang bangun harus disahkan. Jadi pertanyaan praktisnya bergeser dari "siapa namanya" ke "apakah pekerjaannya lolos pengesahan". Siapa yang mengesahkan aspek apa dijelaskan di gambar kerja dan pengesahan rancang bangun.

Praktik di lapangan beragam. Seorang pengusaha kapal pesiar di Bulukumba menyebut gambar kapalnya biasanya dibuat dari Unhas. Kasten Marine menyatakan gambar kerjanya memberi dokumentasi cukup agar kapal bisa diklasifikasi bila diinginkan, dengan memakai aturan kapal kayu Germanischer Lloyd, tetapi itu klaim perancang atas desainnya sendiri. Sementara itu Jurnal Teknik Perkapalan Undip menulis kapal pinisi dibangun dengan metode konvensional tanpa perhitungan pasti seperti kapal modern.

Ada pula alasan untuk tidak menyerahkan dimensi pada kebiasaan semata. Temuan kajian tentang sambungan dan dimensi di kalangan pengrajin kapal kayu dirangkum di halaman BKI. Temuan itu cukup untuk membenarkan satu pertanyaan kepada perancang mana pun:

  • Kapal apa yang sudah Anda rancang dan sudah disahkan? Boleh saya lihat lembar pengesahannya?
  • Aturan apa yang menjadi dasar perhitungan konstruksi?
  • Siapa yang hadir di lokasi ketika papan pertama dipasang, dan siapa yang menjawab tukang bila gambar tidak bisa dikerjakan?
  • Bila kapal tidak lolos uji stabilitas, siapa yang menghitung ulang?

Bagaimana bentuk lambung dikunci dalam cara kerja pengrajin?

Kasten Marine mencatat kebiasaan Indonesia: papan dipasang lebih dulu, gading kemudian. Pada urutan itu bentuk lambung terbentuk bertahap dari papan yang dipasang, dan dinas pariwisata Selayar mencatat pengrajin Tana Beru mampu bekerja tanpa gambar. Jadi selembar gambar tidak otomatis menentukan bentuk akhir, kecuali ada cara memindahkannya ke kayu.

Cara yang dicatat perancang itu adalah lofting dan mould frame: garis lambung digambar skala penuh, lalu cetakan dipakai untuk mencapai bentuk yang sudah ditentukan, sambil tetap mempertahankan urutan papan lebih dulu. Keterampilan tukang tetap dipakai, sedangkan bentuknya punya acuan yang bisa diperiksa.

Kami tidak menyatakan cara itu satu-satunya yang sah. Yang perlu Anda sepakati secara tertulis adalah jawaban untuk tiga hal: bagaimana bentuk lambung dipindahkan dari gambar ke lapangan, siapa yang memeriksanya, dan pada tahap apa. Bila bentuk lambung meleset, angka stabilitas dan tonase ikut bergeser, dan cara mengukurnya dibahas di stabilitas kapal.

Apa risiko mengubah desain di tengah jalan?

Ada dua jenis risiko. Yang pertama teknis. Perancang Kasten Marine berpendapat perubahan sembarangan atas permintaan pemilik saat pembangunan bisa menghasilkan kapal yang buruk, bahkan tidak aman. Kamar tambahan di dek atas, misalnya, perlu ditanyakan kepada perancang: apakah perhitungannya berubah?

Yang kedua administratif. PM 54/2021 menyebut perubahan rancang bangun perlu diberitahukan kepada Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi, dan ketidaksesuaian dengan gambar yang disahkan wajib diajukan penyesuaiannya. Jadi kapal yang fisiknya sudah berbeda dari gambar membawa masalah sampai ke akhir proyek, bukan hanya saat perubahan terjadi.

Perubahan tetap kadang perlu. Buatlah prosedurnya sebelum dibutuhkan:

  1. Setiap perubahan diajukan tertulis, walau disampaikan lisan di lokasi.
  2. Perancang menulis dampaknya pada berat, stabilitas, dan gambar yang sudah disahkan.
  3. Pembangun menulis dampaknya pada biaya dan waktu.
  4. Pemilik menandatangani, baru pekerjaan dimulai.
  5. Pemberitahuan atau penyesuaian gambar diurus dan buktinya disimpan.

Kasten Marine, yang kami kutip di halaman ini, adalah firma perancang yang menjual jasa desain, jadi pendapatnya datang dengan kepentingan.

Pertanyaan apa yang sering muncul soal desain?

Apakah desain harus selesai sebelum kontrak ditandatangani?

Tidak wajib menurut sumber yang kami buka. Peraturan hanya menempatkan kriteria pemilik sebelum perancangan. Menyelesaikan perencanaan sebelum kontrak adalah saran perancang pihak ketiga, dan saran itu masuk akal karena harga sulit diuji tanpa lingkup yang jelas.

Apakah pinisi punya satu bentuk lambung baku?

Tidak. Pinisi merujuk pada susunan layar, dan ensiklopedia mencatat tiga jenis lambung: palari, jonggolang, dan lambo. Kapal bermotor diesel disebut memakai lambo.

Berapa panjang kapal pinisi yang ideal?

Tidak ada angka ideal yang berlaku umum. Panjang diturunkan dari isi kapal dan daerah operasi, lalu diperiksa terhadap ambang tonase dan panjang yang mengubah kewajiban dokumen.

Apakah kapal kecil juga wajib melalui pengesahan rancang bangun?

Tidak selalu. PM 54/2021 menyebut kapal panjang keseluruhan kurang dari 10 m atau di bawah GT 7 berada di luar cakupan. Kapal yang hanya melewati salah satu ambang sebaiknya ditanyakan kepada Syahbandar.

Bolehkah gambar diubah setelah disahkan?

Ya, tetapi tidak boleh diam-diam. Perubahan rancang bangun perlu diberitahukan kepada Syahbandar dan/atau Badan Klasifikasi, dan ketidaksesuaian dengan gambar wajib diajukan penyesuaiannya.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk?

Sudah punya lembar kriteria, walau belum lengkap? Kirim ke bd@juaraholding.com atau WhatsApp 6281139414563, dan tandai baris yang masih ragu supaya desk bisa menanggapi bagian itu lebih dulu.

Berencana membangun kapal pinisi?

Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.

Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com