Di halaman ini
- Apa yang dikerjakan lebih dulu saat membuat pinisi?
- Mengapa papan dipasang sebelum rangka?
- Bagaimana lunas dan papan disambung?
- Kapan interior dan tiang dikerjakan?
- Alat dan orang apa yang terlibat?
- Apa yang berubah dari cara lama?
- Ritual apa saja yang menyertai pembuatan kapal pinisi?
- Apa yang perlu dicatat pemilik proyek pada tiap tahap?
- Pertanyaan apa yang sering muncul tentang proses ini?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk

Proses pembuatan kapal pinisi berjalan dari penyiapan kayu ke perakitan lunas, lalu papan lambung dipasang lebih dulu sebelum rangka. Sela papan diisi dan didempul, kapal diluncurkan, kemudian interior dan perlengkapan diselesaikan. Urutan ini dicatat buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (2024) dan sumber daerah, tetapi sumber berbeda soal kapan tiang dipasang.
Apa yang dikerjakan lebih dulu saat membuat pinisi?
Yang pertama adalah kayu, jauh sebelum lunas diletakkan di tempat kerja. Situs pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar (terbit 2014, mengutip sumber lain) mencatat tahapan tradisional yang dimulai dari penentuan hari baik, diikuti penebangan, pengeringan, dan pemotongan kayu, perakitan lunas dan papan, pendempulan, pemasangan tiang layar, dan berakhir dengan peluncuran ke laut. Situs yang sama menyebut Tanah Beru berada sekitar 10 km sebelum Pelabuhan Bira, dan pembuatan perahu tradisional juga terdapat di kampung Bira.
Gambaran menebang di sekitar tempat kerja perlu dikoreksi. Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak, hasil wawancara di Bulukumba, menulis bahwa Bulukumba umumnya tak lagi punya kayu untuk pinisi, sehingga kayu didatangkan dari Sulawesi Tenggara dan Kalimantan. Bagi pemilik proyek, artinya tahap pertama sudah melibatkan pemasok, pengiriman, dan dokumen. Jenis kayu per bagian kapal dibahas di panduan kayu ulin.
Tabel berikut menyusun kerja fisik dari awal sampai akhir. Bila Anda mencari urutan menurut aturan pengawasan kapal, bacalah tahapan pembangunan menurut peraturan, karena sudut pandangnya berbeda. Kerja tukang ini baru satu jalur dalam pembuatan kapal pinisi; jalur dokumennya dirangkum di beranda.
| Urutan | Pekerjaan | Yang tercatat | Sumber |
|---|---|---|---|
| 1 | Menyiapkan kayu | Menebang, mengeringkan, memotong; kini umumnya didatangkan dari luar Bulukumba | Situs Selayar 2014; buku 2024 |
| 2 | Lunas | Balok kayu besi atau ulin sekitar 40 sampai 50 cm, tergantung besar kapal | Buku 2024 |
| 3 | Papan lambung | Dipasang sebelum rangka; papan bawah lebih tebal; pen berjarak 15 sampai 20 cm | Buku 2024; Kasten Marine |
| 4 | Rangka | Menyusul setelah papan; bitti dipakai karena melengkung alami | Buku 2024; Mongabay 2013 |
| 5 | Geladak dan kelengkapan | Urutan rinci tidak disebut; kelengkapan seperti dek dan kamar bisa dibuat di tempat lain | Republika 2013 |
| 6 | Mengisi dan mendempul sela papan | Majun (a'panisi), lalu dempul (allepa) dari kapur dan minyak kelapa | Wikipedia bahasa Indonesia |
| 7 | Peluncuran | Dilaksanakan saat air pasang; katrol mengurangi tenaga | Wikipedia; buku 2024 |
| 8 | Interior kamar | Kapal 300 ton ke atas umumnya dikerjakan di atas laut | Buku 2024 |
| 9 | Tiang dan layar | Sumber berbeda: sebelum peluncuran, atau setelah mengapung | Situs Selayar 2014; Wikipedia |
Mengapa papan dipasang sebelum rangka?
Karena itulah kebiasaan yang tercatat, dan pembuatnya menilai hasilnya lebih baik. Para pengusaha Bulukumba yang diwawancarai untuk buku tersebut menyebut papan dinding yang dipasang lebih dulu membuat konstruksi lebih kuat dan rapi. Itu penilaian pembuat sendiri, dari wawancara. Dari pihak lain, perancang kapal Kasten Marine mencatat kebiasaan yang sama di Indonesia: papan dulu, gading kemudian.
Bentuk lambung terbentuk saat papan naik, sebelum ada rangka yang menahannya. Kasten Marine menulis bahwa pihaknya memakai mould frame dan lofting agar lambung mengikuti bentuk rencana, tanpa meninggalkan kebiasaan papan lebih dulu. Itu cara satu perancang, bukan standar. Pertanyaan yang bisa Anda ajukan: alat apa yang menjaga bentuk lambung selama papan dipasang, dan bagaimana hasilnya dibandingkan dengan gambar? Rincian pemasangan papan ada di panduan papan lambung dan pemakalan.
Rangka baru masuk setelah papan terpasang. Untuk rangka lambung, Mongabay 2013 mengutip dosen kehutanan yang menyebut bitti: bentuknya melengkung alami dan cacing laut tidak menyukainya. Jarak antargading serta cara memasang linggi haluan dan buritan tidak dirinci oleh sumber yang kami pakai. Mintalah bagian itu tertulis di spesifikasi, dan jangan mengandaikannya dari halaman ini.
Bagaimana lunas dan papan disambung?
Sambungan disusun dari bawah ke atas, dan lunas menjadi dasarnya. Buku 2024 menyebut lunas bagian terpenting karena rawan kebocoran. Bahan, ukuran, dan titik hukumnya kami bahas tersendiri di panduan lunas.
Papan punya dua catatan teknis dari buku yang sama: papan lambung bagian bawah harus lebih tebal daripada papan di atasnya, dan papan disambung dengan pen berjarak 15 sampai 20 cm. Satu pengusaha di Ara menyebut papan dinding bisa setebal sampai 8 cm tergantung besar kecilnya kapal. Angka terakhir ini keterangan satu orang, jadi perlakukan sebagai contoh.
Pengikatnya sudah berubah. Buku mencatat pergeseran dari pasak kayu ke baut-mur galvanis, dan sambungan papan bergeser dari tumpul ke bibir miring. Yang dicatat adalah arah perubahan, bukan berapa banyak pembuat yang sudah berpindah. Karena itu, tulis jenis pengikat dan bentuk sambungan di spesifikasi kapal Anda.
Setelah badan selesai, sela papan diisi majun (a'panisi) lalu didempul (allepa) dengan campuran kapur dan minyak kelapa, menurut Wikipedia bahasa Indonesia. Satu hal praktis berlaku di sini: dempul menutup sambungan dari pandangan. Bila Anda atau wakil Anda ingin memeriksa sambungan, lakukan sebelum tahap ini.
Kapan interior dan tiang dikerjakan?
Pada kapal besar, interior kamar menyusul setelah kapal berada di air. Buku 2024, dari wawancara dengan pengusaha kapal pesiar, menulis bahwa kapal mulai 300 ton biasanya sudah turun ke air begitu badannya rampung di darat, dan kamar-kamarnya dikerjakan sambil mengapung. Alasannya teknis: bila interior diselesaikan seluruhnya di darat, kapal menjadi lebih berat dan sulit didorong ke laut, bahkan bisa merusak badan kapal. Untuk kapal di bawah ukuran itu, sumber ini tidak memberi ambang lain. Pembahasan kamar ada di panduan kabin dan interior.
Soal tiang, sumber kami tidak sepakat. Situs Selayar menaruh pemasangan tiang layar sebelum peluncuran. Wikipedia bahasa Indonesia menulis layar dan dua tiang baru dipasang ketika perahu sudah mengapung, dengan peluncuran saat air pasang. Keduanya menggambarkan cara tradisional, dan kapal wisata modern bisa berbeda. Tanyakan urutannya untuk kapal Anda, karena beban di atas kapal saat didorong ke laut ikut berubah. Syarat tertulis dan tradisinya kami pisahkan di panduan peluncuran.
Bagi kapal yang benar-benar memakai layar, buku yang sama memberi gambaran ukuran: layar besar disebut sombala, sekitar 200 meter persegi di depan dan sekitar 125 meter persegi di belakang, ditambah layar segitiga tanpasere dan tiga layar pembantu di haluan.
Sebagian pekerjaan juga bisa berpindah tempat. Menurut Republika 2013, pemesan kerap meminta kelengkapan seperti dek dan kamar penumpang dibuat di Surabaya. Itu catatan lama dari satu artikel. Untuk proyek Anda, lokasi kerja ditulis di penawaran.
Alat dan orang apa yang terlibat?
Buku 2024 mencatat alat kerja berikut, campuran alat tangan dan mesin:
- senso, mesin potong, dan bor;
- pahat, kapak, dan gergaji;
- klem kayu;
- katrol;
- alat ukur.
Soal orang, satu contoh yang tercatat adalah kapal pesiar 45 meter dengan 11 kamar, yang menurut pengusahanya membutuhkan 12 tukang kayu dan 6 tukang amplas. Itu satu kapal dari satu wawancara, jadi jangan dipakai untuk menghitung kebutuhan kapal lain. Pembagian kerjanya dipegang punggawa: jurnal Sosioreligius UIN Alauddin menulis punggawa bertanggung jawab atas pembuatan, membagi kerja para tukang, dan harus paham ritual yang berkaitan dengan perahu. Susunan regunya kami uraikan di panduan peran punggawa.
Pengetahuan kerjanya sebagian besar tidak tersimpan di kertas. UNESCO menulis pengetahuan pembuatan pinisi diwariskan antargenerasi dalam keluarga, dan kepada orang luar keluarga lewat pembagian kerja. Akibatnya, hal yang bagi Anda perlu tertulis bisa jadi bagi tukang cukup diingat. Di sinilah spesifikasi tertulis berguna, sebagai alat komunikasi kedua pihak.
Lama per tahap tidak dirinci oleh sumber yang kami pakai. Angka yang ada umumnya menyangkut badan kapal atau kapal secara keseluruhan, dan kami menaruhnya per sumber di panduan jadwal pembangunan.
Apa yang berubah dari cara lama?
Selain pengikat yang sudah disebut, dua perubahan lain tercatat. Pertama, tenaga peluncuran: buku 2024 menyebut sejak ada katrol, mendorong kapal ke laut lebih cepat dan lebih hemat tenaga. Dulu bisa ratusan orang, kini bisa kurang dari puluhan. Kedua, gambar: sumber lama dan baru memberi gambaran berbeda tentang kapal yang dibuat dengan atau tanpa gambar, dan kami memisahkannya di panduan gambar kerja.
Ritual juga berubah. Situs Selayar menulis hari baik mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke-5 dan ke-7 pada bulan berjalan. Buku 2024 mencatat dulu setiap tahap diupacarakan; kini sering hanya syukuran saat pemasangan lunas dan acara anyorong, dan anyorong pun kadang tidak diupacarakan. Semua ini praktik budaya, bukan syarat teknis atau hukum. Bila penting bagi Anda atau tim pembuat, sepakati sejak awal.
Ritual apa saja yang menyertai pembuatan kapal pinisi?
Jurnal Sosioreligius UIN Alauddin, dari penelitian lapangan di Desa Ara pada 2022, menguraikan rangkaian berikut. Kolom terakhir adalah pertanyaan dari kami, karena dua upacara menyentuh fisik lunas dan peluncuran.
| Ritual | Waktu menurut jurnal | Yang dilakukan | Pertanyaan pemilik |
|---|---|---|---|
| Annakbang kalabiseang, memotong lunas | Hari yang dianggap baik, biasanya sebelum tengah hari | Punggawa menetakkan kapak tiga kali, lalu satu atau dua sawi melanjutkan sampai pohon roboh | Balok lunas saya ditebang khusus, atau dibeli dari pemasok? |
| Annattara, menyambung lunas | Saat pasang naik, pagi sampai tengah hari, di bantilang | Pemilik memasangkan kain putih kepada punggawa; ujung lunas dilubangi dan diisi beras, emas, jarum atau besi, serta kapas | Tanggalnya kapan, dan apakah saya perlu hadir? |
| Appasili, tolak bala | Malam hari, mendahului ammossi | Pembacaan barazanji | Siapa menyelenggarakan? |
| Ammossi, pemberian pusar | Malam yang sama, saat air laut naik | Panrita melubangi lunas dengan pahat dan bor sampai tembus | Bagaimana lubang itu ditutup, dan siapa memeriksa kedapnya? |
| Annyorong lopi, mendorong kapal | Pagi berikutnya | Puluhan kayu bulat diletakkan di bawah lunas, lalu kapal didorong ke laut | Metode ini cocok dengan perhitungan peluncuran? |
Pertanyaan pada baris ammossi punya dasar praktis: narasumber jurnal itu menyebut penutup lubangnya berasal dari pohon kapas, sementara buku 2024 menyebut lunas bagian yang rawan kebocoran. Urutan di atas berasal dari satu desa, dan buku yang sama mencatat upacara kini sering tinggal syukuran. Selain ritual lunas, Kemenparekraf 2023 menyebut maccera lopi sebelum peluncuran, yang kami bahas di panduan peluncuran.
Apa yang perlu dicatat pemilik proyek pada tiap tahap?
Tujuh catatan berikut susunan kami, dipakai untuk membaca kemajuan di lapangan:
- Kayu: jenis per bagian kapal, asal, dan dokumen pemasok. Istilah dokumennya ada di panduan legalitas kayu.
- Lunas: tanggal peletakan dan siapa yang mencatatnya. Pihak pemeriksa dibahas di panduan pengawasan.
- Papan: tebal per lajur, jarak pen, bentuk sambungan, dan jenis pengikat.
- Rangka: jenis kayu, jarak antargading, dan cara mengikatnya ke papan.
- Dempul: catatan kondisi sambungan sebelum tertutup, serta bahan yang dipakai.
- Peluncuran: apa saja yang sudah terpasang saat kapal didorong, dan metode yang dipakai.
- Interior dan tiang: dikerjakan di mana, kapan, dan oleh siapa.
Cara memasukkan butir-butir ini ke dokumen yang mengikat ada di panduan kontrak pembuatan. Butir yang sama menjadi bahan permintaan di jasa pembuatan kapal pinisi, dan pengaruhnya pada anggaran dibahas di biaya pembuatan kapal pinisi.
Pertanyaan apa yang sering muncul tentang proses ini?
Apakah rangka kapal pinisi dipasang sebelum papan?
Tidak, pada kebiasaan yang tercatat. Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak dan perancang Kasten Marine sama-sama mencatat papan dipasang lebih dulu, lalu rangka atau gading menyusul.
Apakah interior selesai sebelum kapal turun ke laut?
Tidak selalu. Untuk kapal 300 ton ke atas, buku 2024 menulis interior kamar umumnya dikerjakan di atas laut karena kapal yang terlalu berat di darat sulit didorong dan bisa rusak.
Apakah tiang dipasang sebelum atau sesudah peluncuran?
Sumber berbeda. Situs pariwisata Selayar menaruhnya sebelum peluncuran, sedangkan Wikipedia bahasa Indonesia menulis tiang dan layar dipasang setelah perahu mengapung. Tanyakan urutan yang dipakai pada kapal Anda.
Apakah upacara wajib dalam pembuatan pinisi?
Tidak sebagai syarat hukum atau teknis. Upacara adalah praktik budaya, dan buku 2024 mencatat kini sering hanya dilakukan saat pemasangan lunas dan acara anyorong.
Bagian mana yang paling perlu diperiksa sebelum tertutup?
Sambungan papan, sebelum sela diisi majun dan didempul. Setelah dempul terpasang, kondisi sambungan tidak lagi mudah dilihat, jadi atur waktu pemeriksaan sebelum tahap itu.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (terbit 2024), hasil wawancara di Bulukumba
- Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar: Menyinggahi pembuat perahu phinisi di Bulukumba (2014)
- Kasten Marine Design: catatan perancang tentang mutu phinisi
- Wikipedia bahasa Indonesia: Pinisi
- Mongabay Indonesia, Juni 2013
- Republika: Kapal pinisi miliaran rupiah lahir di Tanah Beru, Bulukumba (Mei 2013)
- Jurnal Sosioreligius UIN Alauddin
- UNESCO: Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi (elemen 01197)
- Kemenparekraf: Kapal pinisi, kapal wisata warisan nenek moyang (Agustus 2023)
Bagaimana cara menghubungi desk?
Sebutkan tahap yang ingin Anda pahami dan ukuran kapal yang Anda bayangkan. WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.
Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com