Pembuatan  Kapal Pinisi
Menu

Pertanyaan umum tentang cara membuat kapal pinisi

Di halaman ini
  1. Bagaimana cara membuat kapal pinisi secara ringkas?
  2. Berapa lama dan berapa orang?
  3. Apa saja yang termasuk harga?
  4. Dokumen apa yang wajib?
  5. Kayu apa yang dipakai?
  6. Di mana pinisi dibuat?
  7. Bagaimana pembayaran biasanya diatur?
  8. Apakah orang asing bisa mendaftarkan kapal atas namanya?
  9. Apakah kapal harus masuk klas BKI?
  10. Apakah pemilik perlu mengawasi sendiri?
  11. Bagaimana bila proyek berhenti di tengah jalan?
  12. Siapa yang menandatangani kontrak bila lewat desk?
  13. Apa yang belum bisa kami pastikan?
  14. Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
  15. Pertanyaan apa lagi yang sering ditanyakan pemilik proyek?
  16. Dari mana fakta di halaman ini berasal?
  17. Bagaimana cara menghubungi desk?

Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk

Angka dan aturan bersumber: setiap harga di tabel membawa sumber dan bulan cek. Harga minta bukan harga terjual, dan isi halaman ini bukan nasihat hukum.

Cara membuat kapal pinisi pada garis besarnya: kayu disiapkan, lunas dirakit, papan lambung dipasang sebelum rangka, sela papan didempul, kapal diluncurkan, lalu interior diselesaikan. Halaman ini menjawab pertanyaan pendek tentang waktu, harga, dokumen, dan kayu, dan tiap jawaban menaut ke panduan rincinya.

Bagaimana cara membuat kapal pinisi secara ringkas?

Pekerjaan dimulai dari kayu dan lunas, lalu papan naik lebih dulu dan rangka mengikutinya. Urutan lengkapnya, termasuk bagian yang sumbernya berbeda pendapat, ada di panduan proses pembuatan. Sisi pengawasan dan berita acaranya terpisah, ada di tahapan pembangunan menurut peraturan.

Satu hal tentang istilah sering membingungkan. UNESCO mendefinisikan pinisi sebagai sebutan untuk tali-temali dan layar sekunar Sulawesi, bukan satu bentuk lambung. Wikipedia bahasa Indonesia mencatat tiga jenis lambung pada kapal bersistem layar pinisi, yaitu palari, jonggolang, dan lambo, dan menulis pinisi modern bermotor diesel memakai lambung lambo. Jadi saat Anda memesan "pinisi", perjelas yang Anda maksud: lambungnya, layarnya, atau tampilan keduanya. Perbedaan cara membangunnya kami uraikan di panduan pinisi tradisional dan modern. Urutan keputusan pemiliknya ada di halaman induk pembuatan kapal pinisi.

Berapa lama dan berapa orang?

Tidak ada satu angka baku, dan dua contoh berikut sudah menunjukkan alasannya:

  • Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (2024): untuk bobot 300 ton, kurang lebih 1 tahun dengan 10 tenaga kerja, di luar interior.
  • Republika (2013): kapal panjang 15 meter butuh hingga enam bulan; kapal kargo panjang 50 meter sekitar satu tahun dengan 10 orang.

Keduanya berasal dari wawancara dan tidak boleh digabung menjadi satu rentang. Sumber lain memberi angka yang berbeda lagi. Semuanya kami taruh berdampingan di panduan jadwal pembangunan, lengkap dengan alasan selisihnya.

Apa saja yang termasuk harga?

Tergantung kesepakatan, dan inilah sebabnya dua harga sulit dibandingkan begitu saja. Mongabay 2017, mengutip pembuat perahu di Tana Beru, mencatat dua bentuk cakupan: kapal komplit sampai dicat, atau hanya kayu dan kerja tukang, dengan baut dan kelengkapan dari pemesan. Mesin biasanya tidak termasuk.

Dua angka publik untuk satu kapal, dari Kompas Klasika April 2024 dan Mongabay April 2017, tampil di tabel harga halaman ini beserta tahunnya. Keduanya berasal dari tahun yang berbeda, sumbernya tidak menyatakan cakupan yang sama, dan tidak satu pun merupakan penawaran kami. Daftar lebih panjang ada di panduan biaya pembuatan, sedangkan cara membongkar harga menjadi pertanyaan per bagian ada di panduan komponen biaya.

Dokumen apa yang wajib?

Ada beberapa, dan ambangnya tidak sama. Tabel ini memisahkan yang wajib dari yang bersifat dapat dilakukan, menurut bunyi peraturan yang kami baca.

Dokumen apa yang wajib?
DokumenBerlaku bagiPeraturan
Pengesahan perhitungan dan gambar rancang bangunWajib bagi kapal dalam cakupan PM 54/2021PM 54/2021 Pasal 7
Sertifikat pembangunWajib menyertai serah terima, oleh galangan, diketahui SyahbandarPM 54/2021 Pasal 46
Surat ukurDiterbitkan untuk kapal sekurang-kurangnya GT 7PM 8/2013 Pasal 8
Pendaftaran hak milikDapat didaftarkan oleh pemilik: kapal paling sedikit GT 7 yang sudah mendapat surat ukurPM 39/2017 Pasal 5

Peraturan-peraturan ini punya tingkat kepastian status yang berbeda. Status terkini PM 8/2013 perlu dicek di JDIH. Rangkaian dokumen setelah kapal jadi ada di panduan perizinan, dan ringkasan ini bukan nasihat hukum.

Kayu apa yang dipakai?

Kompas.com (2023) menyebut empat jenis yang biasa dipakai: kayu besi, bitti, jati, serta kandole atau punaga. Sumber mencatat bagian untuk kayu besi, bitti, dan jati, sedangkan kandole atau punaga belum disertai keterangan bagian. Rinciannya ada di perbandingan kayu ulin, bitti, dan jati. Bila yang Anda cari adalah harga atau volume kayunya, bacalah panduan biaya kayu. Bila yang Anda khawatirkan adalah asal-usulnya, bacalah panduan legalitas kayu.

Di mana pinisi dibuat?

Tiga pusat pembuatan disebut UNESCO untuk masa kini: Tana Beru, Bira, dan Batu Licin. Dua nama pertama ada di Sulawesi Selatan. Letaknya di Kalimantan menurut catatan perancang di sumber lain, jadi jangan menyamakannya dengan Bulukumba. Dari sisi aturan, PM 54/2021 Pasal 28 ayat (1) mensyaratkan galangan dalam negeri yang memenuhi ketentuan instansi perindustrian. Untuk proyek yang diminta lewat desk, lokasi kerja ditulis di penawaran.

Bagaimana pembayaran biasanya diatur?

Bertahap, menurut keterangan pembuat di Bulukumba. Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak dan Mongabay 2017 sama-sama mencatat uang muka yang diikuti pembayaran lanjutan, dengan rincian yang tidak persis sama. Itu praktik yang dikutip, bukan aturan. Pola dan angkanya ada di panduan termin pembayaran.

Apakah orang asing bisa mendaftarkan kapal atas namanya?

Tidak langsung atas nama pribadi asing. PM 39 Tahun 2017 Pasal 5 menyebut yang dapat didaftarkan adalah kapal milik WNI atau badan hukum Indonesia, dan pada usaha patungan saham asing langsung tidak boleh melebihi 49 persen. Ini bukan nasihat hukum, jadi bicarakan struktur kepemilikan dengan penasihat hukum sebelum memesan kapal.

Apakah kapal harus masuk klas BKI?

Kami belum bisa memberi jawaban ya atau tidak untuk semua kapal. PM 54/2021 Pasal 38 ayat (2) menyebut dua rujukan: kapal masuk klas mengikuti ketentuan Badan Klasifikasi, dan rujukan lainnya adalah standar kapal non konvensi. Pilihan itu sebaiknya diputuskan sebelum gambar dibuat, dan panduan BKI menjelaskan perannya.

Apakah pemilik perlu mengawasi sendiri?

Tidak harus sendiri, tetapi seseorang perlu melakukannya untuk Anda. Pengawasan menurut peraturan dilakukan pejabat dan surveyor, dan itu memeriksa kepatuhan, bukan keinginan Anda sebagai pemilik. Satu pengusaha dalam buku 2024 bercerita bahwa pemesan dari luar negeri mengikuti tiap tahap dengan ketat. Pembagian perannya ada di panduan pengawasan.

Bagaimana bila proyek berhenti di tengah jalan?

Ada kewajiban laporan. PM 54/2021 Pasal 28 ayat (8) menyebut bila kapal tidak selesai dibangun, pemilik atau galangan wajib melaporkan kepada Syahbandar disertai alasannya. Urusan uang dan kayu yang sudah terpasang ditentukan kontrak Anda, sehingga butir ini perlu ditulis sejak awal. Langkah yang tersedia ada di panduan kapal yang tidak selesai.

Siapa yang menandatangani kontrak bila lewat desk?

Situs ini panduan dan desk permintaan, jadi situs sendiri tidak menandatangani kontrak. Kontrak konstruksi, reparasi, refit, dan penjualan kapal diterbitkan PT Komodo Galangan Nusantara. Jawaban desk atas pertanyaan Anda belum mengikat siapa pun; yang mengikat hanya penawaran tertulis. Isi perjanjiannya kami jelaskan di panduan kontrak pembuatan.

Apa yang belum bisa kami pastikan?

Daftar ini berisi hal yang sering ditanyakan tetapi belum punya sumber terbuka yang bisa kami periksa. Kami menuliskannya tanpa angka:

  • tarif pasar per meter atau per GT;
  • tarif PNBP untuk pengesahan gambar, surat ukur, dan pendaftaran;
  • premi asuransi selama pembangunan, dan apakah asuransi itu wajib;
  • isi garansi dan besaran denda keterlambatan yang lazim;
  • pembiayaan bank atau cicilan untuk pembangunan pinisi;
  • musim yang paling cocok untuk menebang, membangun, atau meluncurkan;
  • jumlah galangan dan kapasitas produksinya;
  • apakah kapal wisata tertentu dihitung kapal penumpang menurut peraturan pengujian;
  • revisi Peraturan Kapal Kayu BKI setelah 1996.

Usia pinisi juga termasuk yang diperdebatkan. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, sistem layar pinisi pada kapal baru muncul setelah tahun 1900, sedangkan banyak media menulis jauh lebih tua. Kami tidak memilih salah satu sebagai fakta tunggal.

Bila ada pihak yang memberi Anda angka untuk butir-butir di atas, mintalah sumbernya atau tuliskan angka itu di penawaran. Kami akan menambahkan jawaban hanya setelah ada sumber yang bisa dibuka pembaca.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?

Angka dari media, buku, dan listing publik pihak ketiga, masing-masing dengan sumber dan bulan pengecekan. Angka lama membawa tahunnya. Harga minta bukan harga terjual, dan tidak ada satu pun yang merupakan penawaran kami.

Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
ItemHarga terpublikasiSumberDicek
Satu kapal pinisi, kisaran yang dikutip Kompas Klasika, April 2024Rp2 miliar sampai Rp12 miliarklasika.kompas.idNov 2026
Perahu pinisi ukuran besar, angka pembuat perahu Tana Beru, Mongabay April 2017Rp700 juta sampai Rp2 miliarmongabay.co.idNov 2026

Pertanyaan apa lagi yang sering ditanyakan pemilik proyek?

Apakah biaya pembuatan kapal pinisi sudah termasuk peralatan keselamatan?

Tidak otomatis. Cakupan harga berbeda antarpesanan, dan sumber yang kami baca tidak menyebut peralatan keselamatan sebagai isi harga. Minta daftar perlengkapannya ditulis satu per satu di penawaran. Rincian: standar keselamatan kapal komersial.

Bisakah kapal pinisi dibuat di luar Sulawesi Selatan, misalnya di Bali?

Ada pusat di luar Sulawesi Selatan: UNESCO menyebut Batu Licin sebagai pusat pembuatan, dan letaknya di Kalimantan menurut catatan perancang di sumber lain. Untuk Bali, kami belum menemukan sumber yang mencatat pembangunan lambung pinisi di sana. Rincian: cara memilih kontraktor.

Siapa yang bertanggung jawab atas pengurusan izin kapal pinisi?

Tergantung dokumennya dan isi kontrak. Aturan menaruh sertifikat pembangun pada galangan dan pendaftaran hak milik pada pemilik, dan pembagian kerja lainnya perlu ditulis di kontrak. Tulis pembagiannya di kontrak. Rincian: dokumen kapal baru.

Apakah kapal pinisi wajib uji coba berlayar?

Ya bila termasuk kapal barang panjang 24 m atau lebih, atau kapal penumpang panjang 20 m atau lebih, menurut PM 54/2021 Pasal 42. Apakah kapal wisata Anda dihitung kapal penumpang, tanyakan kepada Syahbandar. Rincian: uji coba laut dan berita acaranya.

Apakah kapal kecil mendapat surat ukur?

Tidak bila tonase kotornya di bawah GT 7, karena PM 8/2013 Pasal 8 menerbitkan surat ukur untuk kapal sekurang-kurangnya GT 7. Kapal seperti ini memakai Pas Kecil menurut PM 39/2017 Pasal 57. Rincian: ambang dokumen kapal.

Apakah halaman ini memuat kapal yang dijual?

Tidak. Halaman ini tidak memuat kapal, armada, atau stok apa pun. Bila Anda sedang menimbang kapal yang sudah ada dibandingkan membangun baru, kirim pertanyaan Anda kepada desk. Rincian: bangun baru atau beli.

Dari mana fakta di halaman ini berasal?

Bagaimana cara menghubungi desk?

Bila pertanyaan Anda belum terjawab di sini, kirim satu pertanyaan per pesan. WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.

Berencana membangun kapal pinisi?

Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.

Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com