Di halaman ini
- Mengapa lunas dianggap paling penting?
- Kayu dan ukuran apa yang dipakai?
- Bagaimana panjang lunas ditentukan, dan kayunya berganti apa saja?
- Bagaimana lunas disambung?
- Apa yang perlu siap sebelum lunas diletakkan?
- Apa arti peletakan lunas menurut peraturan?
- Pertanyaan apa yang sering ditanyakan tentang lunas?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk

Lunas kapal pinisi dibuat dari balok kayu besi atau ulin, sekitar 40 sampai 50 cm menurut besar kapalnya, seperti dicatat buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (2024), lalu dipotong dan disambung. Bagi pemilik proyek, lunas juga titik hukum: PM 54 Tahun 2021 memakai peletakan lunas atau material terpasang sebagai penentu awal pembangunan.
Mengapa lunas dianggap paling penting?
Alasan yang tercatat bersifat praktis. Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak, dari wawancara dengan pengusaha di Bulukumba, menyebut lunas bagian terpenting karena rawan kebocoran. Buku itu tidak memberi data kebocoran atau perbandingan antarkapal, jadi kami membacanya sebagai penilaian orang yang bekerja di lapangan, bukan hasil uji.
Secara urutan, lunas juga datang sebelum yang lain. Papan dan rangka bertumpu padanya, dan kesalahan di tahap ini akan tertutup oleh pekerjaan berikutnya. Itu sebabnya lunas punya tempat di urutan kerja fisik maupun di tahapan menurut peraturan. Peta seluruh pembuatan kapal pinisi ada di beranda; halaman ini hanya membahas satu bagian.
Lunas juga pusat ritual pembuatan. Jurnal Sosioreligius UIN Alauddin mencatat empat ritual lunas: annakbang kalabiseang (memotong lunas), annattara (menyambung lunas), appasili (tolak bala), dan ammossi (pemberian pusar). Semuanya praktik budaya, bukan syarat hukum. Bila Anda ingin ikut hadir atau tim pembuat ingin melaksanakannya, bicarakan waktunya bersama jadwal kerja.
Kayu dan ukuran apa yang dipakai?
Dua sumber memberi keterangan yang saling melengkapi, dan satu menambah data sifat kayu. Tabel berikut memisahkan masing-masing agar Anda tahu asalnya.
| Yang dicatat | Nilai | Sumber | Batas keterangan |
|---|---|---|---|
| Jenis kayu lunas | Balok kayu besi atau ulin | Buku 2024 | Hasil wawancara di Bulukumba |
| Ukuran balok | Sekitar 40 sampai 50 cm; bergantung pada ukuran kapal | Buku terbitan 2024 | Ukuran penampang tidak dijelaskan lebih lanjut |
| Berat jenis minimum kayu lunas | 700 kg/m3 | Jurnal Tepat Unhas, mengutip BKI 1996 | Kutipan jurnal atas aturan BKI |
| Kelembaban kayu lunas | 15 persen | Jurnal Tepat Unhas, mengutip BKI 1996 | Sama seperti di atas |
| Sifat ulin | Kelas kuat I, kelas awet I, berat jenis 1,04, tahan air laut | Wikipedia bahasa Indonesia | Data umum jenis kayu, bukan hasil uji balok tertentu |
Ada tiga hal yang perlu dibaca hati-hati. Pertama, angka 40 sampai 50 cm tidak menyebut apakah itu lebar, tinggi, atau keduanya, jadi jangan menjadikannya spesifikasi. Ukuran lunas kapal Anda harus berasal dari gambar atau perhitungan yang bisa dirujuk. Kedua, angka berat jenis ulin di atas memang melewati ambang yang dikutip jurnal, tetapi itu perbandingan data umum. Balok yang datang ke lokasi bisa diukur sendiri. Ketiga, kami tidak tahu apakah aturan 1996 itu sudah direvisi. Peran badan klasifikasi pada kapal kayu ada di panduan BKI.
Lama pengeringan yang dianjurkan untuk kayu lunas tidak ada dalam sumber kami. Syarat kelembaban memberi Anda alat periksa, walau tanpa durasi: tanyakan cara mengukur kadar air dan kapan pengukuran dilakukan. Soal asal dan status ulin ada di panduan kayu ulin. Data harga kayu yang tersedia ada di panduan biaya kayu.

Bagaimana panjang lunas ditentukan, dan kayunya berganti apa saja?
Dalam cara tradisional, panjang lunas dimusyawarahkan punggawa dan pemilik sebelum bahan diolah, lalu ditegaskan lagi sebelum upacara penyambungan, menurut jurnal UIN Alauddin. Ukurannya memakai telapak kaki. Sumber teknis memakai meter dan GT, sehingga dua kolom di bawah tidak bisa saling dikonversi.
| Sumber | Ukuran kapal | Panjang lunas |
|---|---|---|
| Jurnal UIN Alauddin | 30 sampai 40 ton | 11 telapak kaki |
| Jurnal UIN Alauddin | 100 ton | 17 telapak kaki |
| Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 | 50 GT | 13 m |
| Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 | 70 GT | 15,5 m |
| Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 | 100 GT | 19,37 m pada tabel, 19,3 m pada kesimpulan |
| Mongabay 2024 | Satu kapal yang diliput di Tana Beru | 23 m, penampang 45 x 40 cm, dari satu pohon |
Mongabay 2024 juga mencatat pergantian kayu lunas: bitti, lalu kasambi dari sekitar Bira, lalu ulin Kalimantan, dan sekitar 10 tahun terakhir kayu hitam atau kayu besi dari Sulawesi Tenggara. Karena bitti sulit didapat lurus, panrita dulu biasa menyambung lunas. Sambungan juga punya batas tertulis: jurnal Universitas Hasanuddin, mengutip BKI 1996, menyebut bagian lunas yang disambung paling sedikit 6 m dan sambungan di bagian belakang kapal harus dihindari, sedangkan kapal besar memakai lunas luar dan lunas dalam. Periksa rujukan itu kepada BKI, dan minta panjang serta letak sambungan tertera di gambar.
Bagaimana lunas disambung?
Sumber kami hanya memberi garis besarnya, dan kami tidak akan mengisi sisanya dengan tebakan. Yang tercatat: ada tahap menyambung lunas yang disebut annattara, menurut jurnal UIN Alauddin. Buku 2024 mencatat pengikat sambungan pada pembuatan pinisi bergeser dari pasak kayu ke baut-mur galvanis. Catatan itu umum dan tidak ditulis khusus untuk lunas, sehingga belum tentu berlaku pada setiap sambungan lunas.
Bentuk sambungan lunas dan jumlah bautnya tidak dirinci. Tetapi ada peringatan dari arah lain. Temuan kajian tentang sambungan di kalangan pengrajin kapal kayu dirangkum di halaman BKI. Pelajarannya hanya satu: sambungan adalah hal yang pantas ditanyakan.
Berikut pertanyaan yang bisa Anda ajukan kepada pihak yang akan membangun:
- Berapa potong kayu yang membentuk lunas, dan di mana letak sambungannya?
- Bentuk sambungan apa yang dipakai, dan apakah ada gambarnya?
- Pengikat apa yang dipakai: pasak, baut-mur galvanis, atau keduanya?
- Bagaimana sambungan dibuat kedap, dan kapan diperiksa?
- Apakah ada kesempatan bagi Anda atau wakil Anda untuk melihatnya sebelum papan terpasang?
Apa yang perlu siap sebelum lunas diletakkan?
Lunas sering dibayangkan sebagai titik mulai, padahal beberapa hal perlu beres lebih dulu. Daftar berikut menggabungkan aturan dengan catatan lapangan:
- Gambar dan pemberitahuan. Sebelum pekerjaan berjalan, PM 54 Tahun 2021 Pasal 28 ayat (6) meminta gambar disiapkan dan Syahbandar setempat diberi tahu rencananya.
- Balok yang sudah ada di lokasi. Kayu umumnya didatangkan dari luar Bulukumba, menurut buku 2024, sehingga kedatangan balok lunas layak Anda tanyakan sebelum menetapkan tanggal.
- Pemeriksa. Pasal 32 membagi pengawasan: aspek statutoria oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal, sedangkan kekuatan struktur dan konstruksi oleh surveyor Badan Klasifikasi yang diakui. Pastikan pihak yang relevan tahu tanggalnya.
- Standar konstruksi. Pasal 38 ayat (2) mengaitkan kekuatan dan kekedapan konstruksi dengan aturan Badan Klasifikasi atau dengan standar non konvensi, tergantung status klas kapal. Tanyakan mana yang berlaku bagi kapal Anda sebelum balok dipotong.
Urutan ini tidak berlaku sama bagi kapal di bawah ambang peraturan. Bila kapal Anda kecil, ambangnya kami jelaskan di panduan gambar kerja.
Apa arti peletakan lunas menurut peraturan?
Peletakan lunas adalah penanda administratif, selain peristiwa di lapangan. PM 54 Tahun 2021 Pasal 28 ayat (2) menyebut awal pembangunan ditentukan dari peletakan lunas atau material terpasang. Pasal 37 menyebut pengawasan peletakan lunas dituangkan dalam berita acara pengawasan. Siapa pemeriksanya kami uraikan di panduan pengawasan.
Peraturan mengakui dua kemungkinan penentu awal, yaitu lunas atau material terpasang. Jadi tanyakan mana yang dipakai pada kapal Anda.
Ini berguna bagi pemilik proyek dalam tiga hal:
- Jadwal. Tanggal peletakan memberi titik mulai yang bisa dibuktikan, sehingga masa pengerjaan di kontrak punya pangkal yang jelas.
- Pembayaran. Bila termin dikaitkan dengan kemajuan, peletakan lunas bisa menjadi tonggak yang punya bukti tertulis. Pilihan polanya ada di panduan termin pembayaran.
- Riwayat kapal. Sertifikat pembangun saat serah terima memuat tahun lunas, menurut Pasal 46. Tahun itu ikut tercatat dalam riwayat kapal.
Karena itu, mintalah salinan berita acara peletakan lunas dan simpan bersama kontrak. Ritual dan berita acara bisa jatuh pada hari yang sama, tetapi hanya berita acara yang menjadi dokumen pengawasan.
Tanggal lunas tidak cukup untuk urusan pendaftaran. Pasal 14 PM 39/2017 mengaitkan pendaftaran sementara dengan penyelesaian lambung, geladak utama, dan seluruh bangunan atas, jadi tonggak lunas saja belum membuka jalan ke akta sementara. Berita acaranya tetap menjadi pangkal riwayat pembangunan yang bisa ditunjukkan kepada calon pembeli atau penasihat hukum bila proyek kelak berganti tangan.
Pertanyaan apa yang sering ditanyakan tentang lunas?
Kayu apa yang dipakai untuk lunas kapal pinisi?
Kayu besi atau ulin, menurut buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (2024). Jurnal Tepat Unhas mengutip aturan BKI 1996 yang mensyaratkan berat jenis minimum 700 kg/m3 dan kelembaban 15 persen untuk kayu lunas. Mongabay 2024 mencatat kayu hitam pada kapal yang diliput di Tana Beru.
Apakah ukuran lunas 40 sampai 50 cm berlaku untuk semua kapal?
Tidak. Buku itu menyebut ukurannya tergantung besar kapal dan tidak menjelaskan penampangnya lebih lanjut. Ukuran untuk kapal Anda harus datang dari gambar atau perhitungan.
Apakah peletakan lunas perlu berita acara?
Ya bagi kapal dalam cakupan PM 54/2021. Pasal 37 menyebut pengawasan peletakan lunas dituangkan dalam berita acara pengawasan, jadi mintalah salinannya.
Apakah ritual lunas wajib dilakukan?
Tidak menurut hukum. Empat ritual yang dicatat jurnal UIN Alauddin adalah praktik budaya. Pelaksanaannya kesepakatan antara pemilik dan tim pembuat.
Berapa harga balok lunas?
Kami belum menemukan harga khusus balok lunas. Sumber yang ada memberi data kayu secara umum, dan kebutuhan lunas tiap kapal perlu dihitung dari gambarnya.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (terbit 2024), hasil wawancara di Bulukumba
- Jurnal Tepat Unhas (2022): sambungan dan dimensi kapal kayu
- Jurnal Sosioreligius UIN Alauddin
- Wikipedia bahasa Indonesia, entri Ulin
- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2021 (naskah di BPK)
- PM 39 Tahun 2017, naskah di database peraturan BPK
- Mongabay: Kapal kayu Sulawesi, darimana pasokan bahan bakunya? (Juni 2024)
- Jurnal Universitas Hasanuddin 2021: Kajian kebutuhan material pada konstruksi lambung kapal phinisi
Bagaimana cara menghubungi desk?
Bila Anda sudah memegang gambar atau penawaran yang menyebut lunas, kirim bagian itu saja. WhatsApp 6281139414563 atau email bd@juaraholding.com.
Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com