Di halaman ini
- Berapa volume kayu lambung yang pernah dihitung?
- Berapa banyak kayu terpakai dibanding yang tersedia?
- Harga kayu berapa yang tercatat?
- Apa yang membuat biaya kayu bergerak?
- Mengapa angka ini tidak bisa dikalikan begitu saja?
- Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
- Pertanyaan apa yang sering muncul soal biaya kayu?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk
Angka dan aturan bersumber: setiap harga di tabel membawa sumber dan bulan cek. Harga minta bukan harga terjual, dan isi halaman ini bukan nasihat hukum.

Biaya kayu untuk membuat kapal pinisi belum punya angka total yang bisa kami pastikan. Yang tercatat terpisah: volume bersih kayu lambung tiga kapal sampel dari jurnal Unhas, dan harga per kubik dari wawancara 2021 serta laporan 2013 yang tampil di tabel harga halaman ini. Keduanya tidak layak langsung dikalikan.
Berapa volume kayu lambung yang pernah dihitung?
Angka terbuka yang paling terukur datang dari jurnal Universitas Hasanuddin tahun 2021, yang menghitung volume bersih kayu lambung kapal kayu penumpang di Bulukumba:
| Ukuran kapal sampel | Volume bersih kayu lambung |
|---|---|
| 50 GT | 22,02 m3 |
| 70 GT | 33,20 m3 |
| 100 GT | 57,63 m3 |
Tiga hal membatasi cara membacanya. Pertama, ini tiga kapal sampel, bukan rumus, sehingga kami tidak menurunkan angka per GT dari tabel ini. Kedua, angkanya mencakup geladak utama dan konstruksi di bawahnya. Bangunan di atas geladak utama dan kamar berada di luar hitungan itu, padahal justru di sana kayu jati dipakai untuk kamar dan interior kapal wisata, menurut buku terbitan 2024 dari wawancara di Bulukumba. Ketiga, kapal sampelnya kapal kayu penumpang, jadi tanyakan kepada perancang apakah angkanya relevan bagi kapal wisata.
Kata "bersih" juga patut diperhatikan. Volume bersih menggambarkan kayu yang terpasang, bukan kayu yang dibeli. Susut kayu saat dipotong dan dibentuk perlu ditanyakan kepada pembangun. Untuk kapal Anda, jawabannya datang dari pembuatnya, misalnya dengan meminta daftar kayu yang dibeli dibandingkan dengan daftar kayu yang terpasang.
Berapa banyak kayu terpakai dibanding yang tersedia?
Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 membedakan kubik kotor, yaitu bahan yang tersedia, dari kubik bersih, yaitu kayu yang terpasang. Efisiensi adalah kubik bersih dibagi kubik kotor. Kesimpulan jurnal itu memberi 84,27 persen untuk kapal 50 GT, 84,7 persen untuk 70 GT, dan 91,20 persen untuk 100 GT, sehingga kapal lebih besar cenderung lebih hemat bahan pada sampel ini. Kami memakai angka kesimpulan, karena angka efisiensi pada sebagian baris tabelnya tidak selalu cocok dengan volume di baris yang sama.
Untuk kapal lebih besar, angkanya datang dari laporan lapangan dengan satuan berbeda. Mongabay 2024 menulis kapal 200 GT di Tana Beru membutuhkan 50 kubik kayu hitam, 75 kubik kandole, dan 500 pohon bitti untuk lambung. Satuan pohon dan kubik tidak bisa dijumlahkan, dan angka ini bukan hasil ukur seperti jurnal tadi. Sebagai bayangan pengangkutan, laporan yang sama menyebut satu truk enam roda dari Morowali membawa sekitar 20 kubik kandole. Saat meminta penawaran, minta dua angka per jenis kayu, yang dibeli dan yang terpasang, agar selisihnya bisa Anda tanyakan.
Harga kayu berapa yang tercatat?
Ada tiga baris harga kayu yang tampil di tabel harga halaman ini, masing-masing dengan sumbernya:
- Kayu besi per kubik, dari wawancara pengusaha Bulukumba tahun 2021 dalam buku terbitan 2024.
- Kayu bitti dan kayu pude per kubik, dari wawancara yang sama.
- Kayu bitti per kubik dari laporan Mongabay Juni 2013.
Dua baris dari buku itu bisa dibaca berdampingan karena berasal dari sumber dan tahun yang sama: pada wawancara 2021, kayu besi tercatat lebih tinggi daripada bitti dan pude. Baris Mongabay berasal dari tahun lain dan sumber lain. Selisihnya dengan baris 2021 tidak boleh dibaca sebagai laju kenaikan harga, karena mutu, ukuran, dan titik pembelian kayu tidak disebut sama.
Bagaimana dengan perbandingan ulin dan jati? Baris harga kayu besi ditulis tanpa nama Latin, dan sebutan ini dipakai untuk ulin oleh Wikipedia bahasa Indonesia maupun untuk kayu hitam oleh Mongabay 2024, jadi jangan langsung membacanya sebagai harga ulin. Untuk jati, kandole, dan punaga, yang disebut Kompas.com sebagai kayu pinisi bersama kayu besi dan bitti, kami belum menemukan angka per kubik dari sumber terbuka. Fungsi tiap jenis kayu dibahas di perbandingan ulin, bitti, dan jati.
Satu pertanyaan lain perlu diajukan pada setiap harga per kubik yang Anda terima: kubik yang mana? Kayu gelondongan, kayu gergajian, dan kayu yang sudah dibentuk adalah barang yang berbeda. Baris yang kami cek juga tidak menyebut apakah angkanya sudah termasuk ongkos angkut ke tempat pembangunan.
Apa yang membuat biaya kayu bergerak?
Jurnal Unhas 2021 menyebut pasokan kayu relatif terbatas dan ketersediaannya sebagai salah satu variabel yang memengaruhi harga pembuatan kapal. Sumber lain memperinci tekanan itu:
- Jarak. Survei pendahuluan dalam buku 2024 menyebut kayu untuk pinisi umumnya sudah tidak tersedia di Bulukumba dan didatangkan dari Sulawesi Tenggara dan Kalimantan. Pengusaha lain di buku yang sama juga menyebut Sulawesi Tengah.
- Pengiriman. Pendapat terbelah. Sebagian pengusaha dalam buku itu menyebut pengiriman sering terlambat karena cuaca, ombak besar, dan persuratan di jalan, sedangkan pengusaha lain tidak mengalami kendala. Jadi tanyakan rekam pengiriman pemasok Anda sendiri.
- Tekanan hutan. Mongabay 2013 mencatat kekhawatiran peneliti dan pengrajin atas menurunnya pasokan bitti dan tekanan terhadap hutan adat Kajang di Tana Toa. Laporan itu sudah lama, dan kami tidak memiliki data pasokan yang lebih baru.
- Umur kayu. Saran umur dari Kompas Klasika 2024, paling tidak 50 tahun untuk kapal besar dan 25 tahun untuk kapal kecil, bisa ikut menyempitkan pilihan pemasok, dan ini pembacaan kami. Bila syarat ini Anda pakai, pilihan pemasok menyempit. Keterangan itu berasal dari satu sumber media.
- Aturan konstruksi. Jurnal Ge-STRAM 2020 mengkaji tiga kapal kayu dan mendapati selisih biaya material kayu antara aturan BKI 1996 dan kondisi eksisting sebesar 7,5, 11,07, dan 9,06 persen, dengan arah yang tidak seragam. Satu kapal justru lebih hemat. Jadi anggapan bahwa kapal masuk klas pasti butuh kayu lebih banyak tidak didukung kajian ini. Kapal yang dikaji juga bukan pinisi wisata.
- Dokumen. Pemasok yang bisa menunjukkan asal kayu mungkin berbeda dari pemasok yang tidak bisa. Dokumen yang perlu diminta ada di legalitas kayu.
Soal risiko kenaikan harga selama proyek, tulis pembagiannya di kontrak. Buku 2024 menganjurkan kontrak pembelian bahan baku agar pesanan tiba sesuai jadwal, jenis, jumlah, dan harga. Seorang pengusaha kapal pesiar di buku yang sama menyebut kualitas kayu sudah disepakati sebelum kapal dikerjakan. Dari situ, tiga hal layak Anda tanyakan: apakah harga kayu dikunci saat kontrak, siapa yang menanggung selisih bila harga naik, dan apakah penggantian jenis kayu memerlukan persetujuan tertulis Anda.
Mengapa angka ini tidak bisa dikalikan begitu saja?
Godaannya jelas: ambil volume dari tabel jurnal, kalikan dengan harga per kubik, lalu anggap selesai. Kami sengaja tidak melakukan perhitungan itu, dan menyarankan Anda tidak memakainya sebagai dasar anggaran, karena alasan berikut:
- Sumbernya berbeda. Volume dihitung jurnal pada kapal penumpang, sedangkan harga berasal dari wawancara dan berita pada tahun lain.
- Volume terpasang bukan volume dibeli. Bagian yang terbuang saat pengerjaan belum masuk.
- Satu lambung memakai lebih dari satu jenis kayu, sedangkan proporsinya tidak disebut dalam tabel volume.
- Kamar, bangunan atas, dan perabot berada di luar angka volume, dan kayunya bisa berbeda.
- Harga tidak menyebut titik pembelian, sehingga ongkos angkut dan penyimpanan tetap terbuka.
Cara yang lebih berguna adalah meminta pembuat kapal mengisi daftar kayu per bagian. Dua baris pertama di bawah memakai keterangan dari buku 2024 dan Mongabay 2013 hanya sebagai contoh pengisian, bukan spesifikasi:
| Bagian | Jenis kayu | Volume dibeli | Asal | Harga satuan dan tahun | Dokumen |
|---|---|---|---|---|---|
| Lunas | Kayu besi atau ulin | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat |
| Rangka lambung | Bitti | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat |
| Papan lambung | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat |
| Kamar dan interior | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat | Diisi pembuat |
Daftar seperti ini membuat dua penawaran bisa dibandingkan baris per baris dan menjadi lampiran kontrak yang berguna. Mintalah daftar yang sama bila penawaran datang dari perusahaan kami, karena permintaan lewat desk bisa berakhir di sana. Biaya kayu hanyalah satu bagian dari keseluruhan, jadi baca pula angka biaya pembuatan per tahun. Sifat dan pasokan kayu utamanya ada di kayu ulin untuk kapal pinisi.
Harga terpublikasi apa saja yang kami cek?
Angka dari media, buku, dan listing publik pihak ketiga, masing-masing dengan sumber dan bulan pengecekan. Angka lama membawa tahunnya. Harga minta bukan harga terjual, dan tidak ada satu pun yang merupakan penawaran kami.
| Item | Harga terpublikasi | Sumber | Dicek |
|---|---|---|---|
| Kayu besi per kubik, wawancara pengusaha Bulukumba 2021 | sekitar Rp7.500.000 per kubik | researchgate.net (buku Agma) | Nov 2026 |
| Kayu bitti dan kayu pude per kubik, wawancara pengusaha Bulukumba 2021 | sekitar Rp5.000.000 per kubik | researchgate.net (buku Agma) | Nov 2026 |
| Kayu bitti per kubik, Mongabay Juni 2013 | Rp2,5 juta per kubik | mongabay.co.id | Nov 2026 |
Pertanyaan apa yang sering muncul soal biaya kayu?
Berapa biaya kayu untuk satu kapal pinisi?
Belum bisa kami pastikan sebagai angka total. Kami memiliki volume dari tiga kapal sampel dan harga per kubik dari sumber lain, dan keduanya tidak sebanding. Minta daftar kayu per bagian dari pembuat kapal.
Mana yang lebih mahal, kayu ulin atau kayu jati?
Belum bisa kami jawab dengan angka. Buku 2024 memuat harga kayu besi, bitti, dan pude, dan jati tidak termasuk di dalamnya.
Apakah harga kayu tahun 2013 masih bisa dipakai?
Tidak sebagai patokan anggaran. Baris itu berguna untuk konteks sejarah saja, karena harga sekarang perlu diminta langsung dari pemasok dengan menyebut jenis, ukuran, dan titik pembelian.
Apakah kayu pinisi tersedia di Bulukumba?
Umumnya tidak, menurut survei pendahuluan dalam buku 2024. Kayu didatangkan dari Sulawesi Tenggara dan Kalimantan, dan pengusaha lain juga menyebut Sulawesi Tengah.
Siapa yang menanggung bila harga kayu naik selama pembangunan?
Kontrak yang menentukan. Tulislah apakah harga kayu dikunci, atau bagaimana selisihnya dibagi bila terjadi kenaikan.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Jurnal Universitas Hasanuddin 2021: volume kayu dan harga pembuatan kapal
- Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (terbit 2024), hasil wawancara di Bulukumba
- Mongabay Indonesia, Juni 2013
- Wikipedia bahasa Indonesia, entri Ulin
- Kompas, 2023
- Kompas Klasika: Proses pembuatan kapal pinisi (2024)
- Jurnal Ge-STRAM 2020: studi dimensi konstruksi kapal kayu menurut BKI
- Mongabay: Kapal kayu Sulawesi, darimana pasokan bahan bakunya? (Juni 2024)
Bagaimana cara menghubungi desk?
Punya daftar kayu dari pembuat kapal dan ingin bertanya tentang cara membacanya? Kirim lewat bd@juaraholding.com atau WhatsApp 6281139414563. Bila Anda punya sumber harga kayu terbuka yang lebih baru, kirimkan tautannya.
Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com