Di halaman ini
- Bagaimana papan lambung dipasang?
- Bagaimana papan disambung agar kuat dan rapi?
- Berapa banyak pasak dan papan dipakai, dan apa nama lajurnya?
- Bagaimana sela papan ditutup?
- Apa bahan dempul yang tercatat?
- Apa yang diminta peraturan soal kekedapan?
- Pertanyaan apa yang sering ditanyakan soal papan dan pemakalan?
- Dari mana fakta di halaman ini berasal?
- Bagaimana cara menghubungi desk?
Oleh Pembuatan Kapal Pinisi Editorial Desk
Pemakalan kapal pinisi dilakukan setelah badan perahu selesai: sela papan diisi majun, proses yang disebut a'panisi, lalu didempul atau allepa dengan campuran kapur dan minyak kelapa. Sebelum itu papan dipasang lebih dulu daripada rangka, dengan papan bawah lebih tebal. Kekedapan akhirnya diukur terhadap ketentuan klas atau standar kapal non konvensi.
Halaman ini ditulis untuk pemilik yang berdiri di samping lambung dan ingin tahu apa yang sedang dilihatnya. Gambaran seluruh pekerjaan ada di proses pembuatan kapal pinisi, sedangkan fondasinya dibahas di lunas kapal pinisi. Sumber terbuka tentang papan lambung pinisi tidak banyak, sehingga kami memisahkan dengan tegas apa yang tercatat dan apa yang belum.
Bagaimana papan lambung dipasang?
Urutannya mungkin berbeda dari bayangan Anda. Papan dinding dipasang lebih dulu, rangka menyusul. Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (2024) mencatat para pengusaha yang diwawancarai menyebut cara ini membuat konstruksi lebih kuat dan rapi. Perancang kapal Kasten Marine mencatat kebiasaan yang sama di Indonesia: papan dulu, gading kemudian. Perancang itu sendiri memakai mould frame dan lofting untuk mencapai bentuk lambung yang sudah ditentukan, sambil mempertahankan urutan papan lebih dulu.
Bagi pemilik, urutan ini punya akibat praktis. Menurut pembacaan kami, bila bentuk lambung ditentukan papan sejak awal, kesalahan bentuk sudah mulai terkunci sebelum rangka masuk. Maka pemeriksaan kesesuaian bentuk terhadap gambar sebaiknya sudah dimulai pada lapisan papan pertama. Tanyakan kepada pembangun Anda apakah mereka memakai mal, lofting, atau alat bantu lain, dan bagaimana bentuknya dicek terhadap gambar kerja.
| Hal | Yang tercatat | Asal dan batasnya |
|---|---|---|
| Urutan | Papan dulu, rangka kemudian | Buku 2024; Kasten Marine |
| Tebal relatif | Papan bawah harus lebih tebal daripada papan di atasnya | Buku 2024 |
| Tebal papan dinding | Bisa sampai 8 cm, tergantung besar kapal | Buku 2024, wawancara satu pengusaha di Ara |
| Jarak pen | 15 sampai 20 cm | Buku 2024 |
| Sambungan papan | Bergeser dari tumpul ke bibir miring | Buku 2024 |
| Pengikat | Bergeser dari pasak kayu ke baut-mur galvanis | Buku 2024 |
Angka di tabel itu keterangan dari lapangan dan bukan spesifikasi kapal Anda. Tebal papan seharusnya mengikuti perhitungan pada gambar yang disahkan. Perlu diingat, Jurnal Teknik Perkapalan Undip 2025 menulis kapal pinisi dibangun dengan metode konvensional tanpa perhitungan pasti seperti kapal modern. Jadi layak ditanyakan dari mana angka tebal pada kapal Anda berasal: dari perhitungan, dari aturan, atau dari kebiasaan.
Bagaimana papan disambung agar kuat dan rapi?
Buku 2024 mencatat dua perubahan yang perlu Anda kenali saat berkunjung. Sambungan antarpapan bergeser dari sambungan tumpul ke bibir miring, dan pengikat bergeser dari pasak kayu ke baut-mur galvanis. Papan juga disambung dengan pen berjarak 15 sampai 20 cm. Pilihannya perlu ditulis di spesifikasi, beserta ukuran kapal yang dimaksud.
Ada alasan untuk tidak menganggap hal ini otomatis beres. Jurnal Tepat Universitas Hasanuddin mencatat, di kalangan pengrajin kapal kayu Takalar, pemilihan sambungan dan penetapan dimensi disebut belum sesuai regulasi. Temuan itu berasal dari kegiatan pengabdian masyarakat di Takalar, bukan Bulukumba, dan bukan kapal wisata. Jangan menerapkannya pada pembangun tertentu. Pakailah sebagai alasan untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang kami sarankan:
- Jenis sambungan apa yang dipakai, dan apakah tertera di gambar?
- Bagaimana letak sambungan antarlajur papan diatur?
- Baut dan mur apa yang dipakai, dan siapa yang menyediakannya? Mongabay 2017 mencatat ada kesepakatan yang membuat baut dan kelengkapan disiapkan pemesan.
- Jenis kayu apa untuk lajur bawah dan lajur atas?
- Bagian mana yang akan tertutup, dan kapan Anda boleh memeriksanya sebelum tertutup?
Berapa banyak pasak dan papan dipakai, dan apa nama lajurnya?
Jurnal UIN Alauddin menyebut sebuah perahu pinisi umumnya memakai lebih kurang 3.000 batang pasok buku untuk menguatkan sambungan antarpapan, tanpa menyebut ukuran kapalnya. Jurnal Universitas Hasanuddin 2021 mengukur papan kulit kapal sampel di Tana Beru: lebar 22 cm, tebal 6 cm, dengan panjang total 469 m pada kapal 50 GT dan 1.230 m pada kapal 100 GT. Dua angka itu menggambarkan skala kerja, bukan spesifikasi, dan tebal 6 cm berbeda dari keterangan sampai 8 cm dalam buku 2024.
Narasumber jurnal UIN menamai lajur dari bawah: papan pertama pa'epe, papan kedua sambung tallu atau sambung tiga, papan ketiga dan seterusnya papan lammah. Alat perapat papan disebut singkolo. Sebutan ini berguna saat Anda membaca laporan dari lokasi kerja. Jurnal yang sama menulis kapal dirangkai tanpa paku, sedangkan buku 2024 mencatat pengikat bergeser ke baut-mur galvanis. Bila penawaran memakai kata "tanpa paku", tanyakan berapa pasak dan berapa baut yang dipakai, pada lajur mana.
Bagaimana sela papan ditutup?
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia pada entri Pinisi, setelah badan perahu selesai, sela papan diisi majun dalam tahap yang disebut a'panisi. Setelah itu sela didempul, tahap yang disebut allepa. Dinas Pariwisata Selayar juga menempatkan pendempulan sesudah perakitan lunas dan papan, sebelum pemasangan tiang layar dan peluncuran, dalam tahapan tradisional yang dikutipnya. Jadi dua sumber itu sejalan soal letak pekerjaan ini pada urutan kerja.
Yang belum kami temukan adalah rincian teknisnya: berapa dalam majun ditekan, alat apa yang dipakai, berapa lapis, dan berapa lama didiamkan. Jangan menganggap satu cara yang Anda lihat di satu lokasi sebagai standar. Tanyakan urutan kerja pembangun Anda, siapa tukang yang mengerjakannya, dan siapa yang memeriksa hasilnya sebelum lapisan berikutnya menutupinya. Tahap ini sebaiknya masuk jadwal kunjungan Anda, karena sesudah didempul dan dicat, isi sela tidak lagi terlihat.
Apa bahan dempul yang tercatat?
Satu-satunya resep yang kami temukan adalah campuran kapur dan minyak kelapa, menurut entri Wikipedia yang sama. Sumber itu tidak menyebut takarannya, dan tidak menyatakan apakah kapal wisata masa kini masih memakai campuran itu atau bahan lain. Kami tidak bisa menjawab bahan mana yang lebih baik, sehingga bahan dempul perlu menjadi pos tertulis di spesifikasi. Bila pembangun Anda mengusulkan bahan lain, mintalah namanya, data pabriknya bila ada, dan bila kapal Anda masuk klas, apakah bahan itu diterima pihak klas.
Apa yang diminta peraturan soal kekedapan?
PM 54 Tahun 2021 Pasal 38 ayat (2) menyatakan konstruksi harus memiliki kekuatan struktur, konstruksi, dan kekedapan yang memenuhi ketentuan Badan Klasifikasi bagi kapal masuk klas, atau standar kapal non konvensi. Jadi kekedapan disebut tegas sebagai syarat. Rumusan teknisnya berada di ketentuan yang dirujuk.
Pasal lain memberi titik waktu. Pasal 40 ayat (1) mensyaratkan, antara lain, pekerjaan di bawah garis air selesai dan disetujui Badan Klasifikasi sebelum peluncuran. Bagi pemilik, ini batas alami: pekerjaan pada papan bawah sebaiknya sudah beres dan terdokumentasi sebelum kapal didorong ke laut. Buku 2024 juga menyebut lunas rawan kebocoran, sehingga pertemuan papan terbawah dengan lunas layak mendapat perhatian khusus ketika Anda atau wakil Anda memeriksa.
Cara menguji kebocoran di lapangan perlu ditanyakan kepada pembangun dan pengawas. Kami tidak akan mengarang prosedurnya atau menyebut satu metode sebagai yang lazim. Yang bisa Anda lakukan adalah meminta pembangun menuliskan cara uji yang akan dipakai, kapan dilakukan, siapa yang menyaksikan, dan apa tindakannya bila ditemukan rembesan. Bila kapal masuk klas, tanyakan juga kepada surveyornya apa yang akan ia periksa. Semua itu lebih baik disepakati sebelum tahap dempul dimulai.
Pertanyaan apa yang sering ditanyakan soal papan dan pemakalan?
Bagaimana cara melakukan pemakalan kapal pinisi?
Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, setelah badan perahu selesai sela papan diisi majun, lalu didempul dengan campuran kapur dan minyak kelapa. Minta pembangun menuliskan kedalaman dan jumlah lapisan di spesifikasi.
Bagaimana cara memasang papan lambung kapal pinisi?
Papan dipasang lebih dulu, rangka kemudian, menurut buku 2024 dan Kasten Marine. Buku itu juga mencatat papan bawah harus lebih tebal daripada papan di atasnya. Tebal untuk kapal Anda mengikuti gambar yang disahkan.
Bagaimana cara menyambung papan lambung agar kuat dan rapi?
Buku 2024 mencatat sambungan bibir miring menggantikan sambungan tumpul, baut-mur galvanis menggantikan pasak kayu, dan pen berjarak 15 sampai 20 cm. Minta jenis sambungan dan pengikat kapal Anda tertulis di gambar atau spesifikasi.
Bagaimana cara menguji kebocoran pada lambung kapal pinisi?
Kami belum menemukan sumber terbuka tentang metode ujinya. Minta pembangun menulis cara uji, waktu, dan saksinya, dan bila kapal masuk klas, tanyakan kepada surveyor apa yang akan diperiksa.
Apakah lambung kapal kayu bisa dipastikan kedap sepenuhnya?
Belum bisa kami jawab dengan angka atau janji. PM 54/2021 mensyaratkan kekedapan menurut ketentuan klas atau standar non konvensi, jadi tolok ukurnya perlu Anda tanyakan pada pihak yang mengawasi kapal Anda.
Dari mana fakta di halaman ini berasal?
Dicek pada November 2026. Keterangan tukang dan pengusaha adalah praktik yang dikutip, bukan standar teknis.
- Buku Perahu Pinisi Membelah Ombak (terbit 2024), hasil wawancara di Bulukumba
- Kasten Marine Design: catatan perancang tentang mutu phinisi
- Wikipedia bahasa Indonesia: Pinisi
- Dinas pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar: Menyinggahi pembuat perahu phinisi di Bulukumba (2014)
- Mongabay Indonesia, April 2017
- Jurnal Teknik Perkapalan Undip (2025): studi satu kapal wisata di Labuan Bajo
- Jurnal Tepat Unhas (2022): sambungan dan dimensi kapal kayu
- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2021 (naskah di BPK)
- Jurnal Sosioreligius UIN Alauddin: Ritual dalam proses pembuatan perahu pinisi
- Jurnal Universitas Hasanuddin 2021: Kajian kebutuhan material pada konstruksi lambung kapal phinisi
Bagaimana cara menghubungi desk?
Pertanyaan soal spesifikasi lambung bisa dikirim ke WhatsApp 6281139414563 atau bd@juaraholding.com. Lampirkan gambar atau daftar kayu bila sudah ada.
Kirim ukuran, kelas, dan fungsi kapal. Desk menjawab dengan penawaran tertulis.
Minta penawaran lewat WhatsApp bd@juaraholding.com